Terjemahan Kitab Al Bajuri Jilid 1 Work 🔥 Best Pick

Hasyiyah al-Bajuri karangan Syekh Ibrahim al-Bajuri merupakan salah satu kitab (komentar mendalam) paling populer untuk memahami kitab Fathul Qarib (Syarh Matan al-Ghayah wa al-Taqrib).

Bab Thaharah (Bersuci):

Menjelaskan jenis-jenis air, hukum berwudu, mandi besar, tayamum, serta cara menghilangkan najis. terjemahan kitab al bajuri jilid 1

    1. Mukadimah Ilmu Tauhid: Pengertian, objek kajian, hukum mempelajarinya (fardhu ‘ain), dan keutamaan ilmu tauhid dibanding ilmu-ilmu lainnya.
    2. Pembagian Hukum Akal: Wajib ‘aqli, mustahil ‘aqli, dan jaiz ‘aqli. Ini adalah fondasi berpikir teologis dalam Islam Asy’ari.
    3. Sifat-sifat Wajib, Mustahil, dan Jaiz bagi Allah: Penjelasan mendetail tentang 20 sifat Allah (sifat nafsiyah, salbiyah, ma’ani, dan ma’nawiyah) seperti Wujud, Qidam, Baqa’, Mukhalafatu lil hawadits, Qiyamuhu binafsihi, Wahdaniyah, Qudrah, Iradah, Ilmu, Hayah, Sama’, Bashar, Kalam, dan lainnya.
    4. Sifat-sifat Rasul: 4 sifat wajib (Siddiq, Amanah, Tabligh, Fatanah), 4 sifat mustahil, dan 1 sifat jaiz.
    5. Kemungkinan (Jaiz) bagi Allah dan Rasul.
    1. Mengabaikan Teks Asli: Terlalu nyaman dengan terjemahan Indonesia sehingga tidak pernah melihat teks Arab. Akibatnya, ketika dihadapkan pada teks asli di pengajian bandongan, santri tidak bisa mengikuti.
    2. Salah Konteks Logika: Kitab Al Bajuri sangat kental dengan logika Aristotelian (Mantiq). Terjemahan seringkali menerjemahkan ممتنع (mustahil) hanya dengan "tidak mungkin". Padahal secara ontologi, mustahil di sini berarti sesuatu yang secara rasional absolut tidak bisa diterima keberadaannya (seperti “anak Allah” atau “Allah bodoh”).
    3. Tidak Membedakan 'Aqli dan 'Adi: Pembahasan tentang Sam’iyat (hal-hal yang hanya diketahui lewat wahyu) sering dikacaukan dengan ‘aqliyat. Terjemahan yang baik harus memberi catatan kaki yang menjelaskan perbedaan ini.